
|
||||||
|
Hikmah Hidup seorang muslim hendaknya selalu berada pada dua hal: bersyukur dan sabar...
Profesional Hosted by:
Sejak 14.02.08 Klik Logo ini Untuk Bergabung dengan Milis Eramuslim
|
Shahih Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya, tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar, bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. Harga normal 1 set (9 jilid) Rp. 1.102.500 bersama kami anda mendapat harga Istimewa hanya Rp. 950.000.- Hubungi Pak Zamah HP. 0852 1050 1356. Keterangan text KLIK DISINI
Info Sofware Luar Biasa!Ada sebuah software pemasang iklan buatan putra Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa. Software ini adalah software pemasang iklan baris. Ia mampu memasang iklan ke 1122 situs dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bila dengan cara manual anda memerlukan waktu 2 minggu nonstop untuk melakukan pekerjaan ini. Kunjungi website mereka www.autosubmit.web.id 25/05/2009 Tingkatan Berbuat Ihsan Oleh: Abdurrahman Muhammad ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl [16] : 128).Sebagai makhluk sosial, manusia tak pernah bisa hidup sendiri tanpa interaksi dengan yang lain. Mereka diciptakan dalam keadaan sangat lemah sehingga untuk menutupi kelemahannya itu, setiap manusia membutuhkan bantuan dan pertolongan. Maka terjadilah interaksi, hubungan timbal balik, saling tolong, dan saling membantu. Dalam konteks ini, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi terwujudnya kasih sayang, tolong menolong, dan saling membantu di antara sesama. Justru sebaliknya, perbedaan adalah rahmat yang dengannya manusia disatukan dalam ikatan kepentingan bersama. Laki-laki dan wanita adalah dua jenis yang berbeda. Akan tetapi justru perbedaan itu menimbulkan daya tarik sendiri, yang jika diikat secara benar akan melahirkan cinta dan kasih sayang yang mendalam. Semestinya perbedaan yang lain, baik perbedaan suku, bahasa, adat istiadat, pendapat, dan apalagi sekadar perbedaan pendapatan, menjadikan kita bisa saling mendekat, menyatu, dan berbagi kasih sayang. Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) memerintahkan kita untuk saling mengenal. (Al-Hujurat [49] : 13). Mengenal dalam pengertian saling memahami (tafahum), saling menghormati dan menghargai (tasamuh), saling tolong menolong (ta’awun), dan saling peduli dan saling menanggung (takaful). Bagaimana mewujudkan hal tersebut? Allah SWT memberi contoh, yaitu berbuat baik (ihsan) kepada sesama, sebagaimana ayat di atas. Sungguh tak mungkin kita bisa berbuat ihsan seperti Allah berbuat ihsan kepada kita, tapi setidak-tidaknya kita berusaha untuk mendekati perilaku ihsan. Ada tiga tingkatan berbuat ihsan, yang masing-masing tingkatan menunjukkan posisi dan derajat manusia di hadapan Allah SWT dan di hadapan manusia. Pertama, tidak menggangu orang lain (ihsan pasif). Seseorang bisa disebut telah berbuat ihsan manakala tangannya, kakinya, dan lisannya tidak mengganggu ketenangan orang lain. Keberadaannya di tengah-tengah masyarakat tidak menjadikan mereka terganggu, baik berupa gangguan fisik maupun psikologis. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (SAW) bersabda, ”Perumpamaan orang-orang mukmin di dalam kecintaan, kasih, dan sayang mereka satu sama lain, ibarat satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan merasakan demam.” (Riwayat Muslim). Tidak merokok di area publik adalah ihsan. Tidak berisik di tengah ketenangan adalah ihsan. Tidak membuka aurat yang menarik syahwat lelaki adalah ihsan. Kedua, memenuhi hak-hak sesama. Ada hak-hak orang lain yang melekat pada kita sebagai akibat dari keberadaan kita sebagai makhluk sosial. Rasulullah SAW bersabda, ”Hak Muslim atas orang Islam lainnya ada enam. Ditanyakan, ”Apakah keenam hak itu hai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”Jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundang maka penuhilah undangannya, jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, jika ia bersin lalu memuji Allah maka ucapkanlah yarhamukallah, jika ia sakit maka kunjungilah, dan jika ia mati maka antarkanlah jenazahnya.” (Riwayat Muslim). Ketiga, membalas kejahatan orang lain dengan ”maaf” dan do’a kebaikan. Kejahatan orang lain atas diri kita, Allah memberi dua alternatif. Pertama, membalas setimpal dengan kualitas kejahatannya. Keempat, memaafkan dan kita balas kejahatannya dengan kebaikan. Pekerjaan ini tidak ringan. Dibutuhkan kejernihan hati, kesabaran, lapang dada, ikhlas, dan spirit pengabdian www.hidayatullah.com
... Kebenaran Alquran dalam sorotan ... Ayat tentang Besi ... - 20/04/2010
Emanasi - 15/02/2010
"TO GIVE OR TO GET" - 10/02/2010
Indahnya Memberi - 10/02/2010
Ikhlash Jalan Kebahagiaan - 18/01/2010
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh? - 26/11/2009
Bedanya Kecerdasan Emosional dan Spiritual - 12/11/2009
Mengapa Akar Masalah Sering Berasal Dari Masa Kecil? - 19/10/2009
Indahnya Kesulitan - 02/07/2009
TIPOLOGI MASYARAKAT ARAB KONTEMPORER (1/4) - 24/06/2009
RINTIHAN ITU BELUM JUGA BERAKHIR - 10/06/2009
Kecerdasaan Spritual vs Kecerdasan Ideologis (Sekuler vs Islam) - 10/06/2009
Agama dan Bekal Merantau - 09/06/2009
Tingkatan Berbuat Ihsan - 25/05/2009
Profesor Termuda Di As Ternyata Orang Indonesia - 14/05/2009
Dahsyatnya EFT jarak jauh - 14/05/2009
*Singa yang Menyembunyikan Kukunya* - 06/05/2009
Penelitian: Marah Lebih Memperpendek Usia - 29/04/2009
Remembering for my Father - 29/04/2009
Kabar Gembira Tentang masuk Surga - 24/04/2009
Pengaruh Dzikir Terhadap Ketenangan Jiwa - 19/04/2009
Selamat datang di taman surga - 19/04/2009
Surga Untuk Pelacur - 14/04/2009
Undangan - 01/04/2009
Undangan - 01/04/2009
|
![]() ![]()
Diasuh oleh ustadz
|
![]() |
![]() |
| Copyright © Eramuslim.net 2003 - 2010 |