
|
||||||
|
Hikmah Hidup seorang muslim hendaknya selalu berada pada dua hal: bersyukur dan sabar...
Profesional Hosted by:
Sejak 14.02.08 Klik Logo ini Untuk Bergabung dengan Milis Eramuslim
|
Shahih Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya, tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar, bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. Harga normal 1 set (9 jilid) Rp. 1.102.500 bersama kami anda mendapat harga Istimewa hanya Rp. 950.000.- Hubungi Pak Zamah HP. 0852 1050 1356. Keterangan text KLIK DISINI
Info Sofware Luar Biasa!Ada sebuah software pemasang iklan buatan putra Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa. Software ini adalah software pemasang iklan baris. Ia mampu memasang iklan ke 1122 situs dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bila dengan cara manual anda memerlukan waktu 2 minggu nonstop untuk melakukan pekerjaan ini. Kunjungi website mereka www.autosubmit.web.id 25/10/2008 Cik di Tiro Oleh: Wikipedia Indonesia Teungku Cik di Tiro atau Muhammad Saman, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Teungku Cik di Tiro (Tiro, Pidie, 1836 – Aneuk Galong, 1891), adalah seorang pahlawan dari Aceh. Ia adalah putra dari Teungku Syekh Ubaidillah. Sedangkan ibunya bernama Siti Aisyah, putri Teungku Syekh Abdussalam Muda Tiro. Ia lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dayah Jrueng kenegerian Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat.Ketika ia menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya. Selain itu tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. Sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya, Teungku Cik di Tiro sanggup berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan, maupun nyawanya demi tegaknya agama dan bangsa. Keyakinan ini dibuktikan dengan kehidupan nyata, yang kemudian kebih dikenal dengan Perang Sabil. Dengan Perang Sabilnya, satu persatu benteng Belanda dapat direbut. Begitu pula wilayah-wilayah yang selama ini diduduki Belanda jatuh ke tangan pasukan Cik di Tiro. Pada bulan Mei tahun 1881, pasukan Cik Di Tiro dapat merebut benteng Belanda Lam Baro, Aneuk Galong dan lain-lain. Belanda merasa kewalahan akhirnya memakai "siasat liuk" dengan mengirim makanan yang sudah dibubuhi racun. Tanpa curiga sedikitpun Cik di Tiro memakannya, dan akhirnya meninggal pada bulan Januari 1891 di benteng Aneuk Galong
Dr. Yusuf Al Qaradawi - 18/11/2008
Krisis Finansial 2008: Rendahnya Kejujuran, Kredibilitas dan Keberpihakan - 03/11/2008
Mengenal Ibnu Taimiyyah, Dai dan Mujahid Besar! - 01/11/2008
Cik di Tiro - 25/10/2008
Pangeran Diponegoro - 25/10/2008
Imam Bonjol - 24/10/2008
Hadji Oemar Said Tjokroaminoto - 24/10/2008
Kiai Hasyim Asy’ari - 24/10/2008
Ahmad Dahlan - 24/10/2008
Mengenal Imam An-Nasa’i - 24/10/2008
Haji Abdul Malik Karim Amrullah - 22/10/2008
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab - 20/10/2008
MUHAMMAD IQBAL - 19/10/2008
Prof. Dr. Mubyarto - 16/10/2008
Dr. Muhammad Syafii Antonio, MS - 23/02/2008
Emha Ainun nadjib - 06/11/2007
Biografi HAMKA - 06/11/2007
Mohammad Hatta - 06/11/2007
Ir. Soekarno - 06/11/2007
Benyamin Sueb - 06/11/2007
Chairil Anwar - 06/11/2007
Ki Hajar Dewantara - 06/11/2007
Goenawan Susatyo Mohamad - 06/11/2007
Harry Roesli - 06/11/2007
Bacharuddin Jusuf Habibie - 06/11/2007
|
![]() ![]()
Diasuh oleh ustadz
|
![]() |
![]() |
| Copyright © Eramuslim.net 2003 - 2010 |